Artikel ini merangkum sesi webinar tentang strategi sukses berjualan di TikTok Shop dengan pendekatan berbasis data menggunakan Kalodata. Isinya disusun ulang dari transkrip lisan menjadi panduan praktis yang sistematis, sehingga dapat langsung digunakan sebagai acuan strategi bagi seller, kreator, maupun agensi.
Saya Rheinmahatma banyak menulis ttg AI, ecommerce, digital marketing di sini
Baca Juga Tentang Tiktok Lainnya :
Bagaimana Tiktok mengubah cara orang mencari dan belanja
Gambaran umum webinar
Webinar dipandu oleh tim Kalodata, dengan sesi utama dibawakan oleh Christian Dedi Citra sebagai Direktur Operasional Kalodata Indonesia dan dilanjutkan oleh Imam Ismail sebagai TikTok Shop Official Seller Ambassador Indonesia. Acara berfokus pada cara memanfaatkan data untuk memilih kategori, produk, dan kreator yang tepat, serta mengoptimalkan konten live dan video di TikTok Shop.
Kalodata sendiri adalah platform analisis data e‑commerce yang awalnya fokus pada TikTok Shop dan kini mulai merambah Shopee. Produk utamanya terdiri dari Kalodata sebagai tools analitik dan KaloBoost sebagai tools untuk menghubungi dan mengelola kreator. Perusahaan ini dibangun oleh tim yang memiliki latar belakang kuat di perusahaan teknologi besar dan sudah memiliki jutaan pengguna di berbagai negara.

Tren TikTok Shop 2024–2025
Dari sisi performa, TikTok Shop di kawasan Asia Tenggara dan beberapa negara lain sempat mencapai puncak trafik dan penjualan pada sekitar bulan Maret, bertepatan dengan momentum Ramadan. Setelah itu kinerja menurun di bulan April hingga Juni, kemudian kembali merangkak naik menjelang akhir tahun 2025.
Jika dilihat dari sumber pendapatan seribu toko teratas, pada 2024 live stream masih menjadi mesin utama dengan porsi sekitar tiga perempat total omzet, sementara kontribusi video dan shop relatif kecil. Pada 2025 komposisinya mulai bergeser: pendapatan dari video dan shop meningkat, namun live stream tetap menjadi kontributor terbesar. Artinya, live tetap wajib dioptimalkan, tetapi konten video dan etalase shop semakin tidak boleh diabaikan.

Framework: memulai bisnis dengan data
Pembicara menggunakan prinsip Sun Tzu, “Kenali dirimu dan kenali musuhmu”, untuk menjelaskan pentingnya data dalam e‑commerce. “Musuh” di sini adalah kondisi pasar dan kompetitor; data membantu memahami keduanya secara objektif, bukan sekadar berdasarkan insting.
Framework yang ditawarkan untuk memulai bisnis dengan pendekatan data adalah:
- Analisis kategori dan peluang produk.
- Analisis strategi kompetitor.
- Analisis produk terbaik.
- Analisis kreator atau afiliasi yang efektif.
- Analisis konten (live dan video).
- Eksekusi dan optimasi berdasarkan insight yang diperoleh.
Keseluruhan langkah ini dapat dijalankan menggunakan fitur Kalodata dan KaloBoost, mulai dari filter kategori, analisis toko, hingga pemilihan kreator berdasarkan profil audiens.

Langkah 1 – Analisis kategori dan peluang produk
Bagi seller yang baru mulai dan belum tahu ingin menjual apa, titik awal yang disarankan adalah analisis kategori di TikTok Shop menggunakan data 90 hari terakhir. Pendekatannya:
- Fokus pada kategori level L3, yaitu kategori paling detail, agar analisis lebih tajam dan spesifik.
- Gunakan filter rasio pendapatan tiga toko teratas di bawah 50 persen untuk mencari kategori yang tidak dimonopoli pemain besar.
- Prioritaskan kategori dengan ciri:
– Pertumbuhan pendapatannya stabil dan cenderung naik.
– Jumlah tokonya masih “masuk akal”, tidak terlalu jenuh.
– Rasio top tiga rendah sehingga peluang pemain baru lebih besar.
Contoh kasus yang dibahas adalah kategori “Setelan Pakaian Keluarga” di bawah “Fashion Muslim”. Dalam periode 90 hari, kategori ini menunjukkan pendapatan yang besar, didominasi oleh live stream, dan memiliki struktur kompetisi yang belum terlalu terkonsentrasi pada sedikit toko.
Langkah 2 – Analisis toko kompetitor
Setelah menemukan kategori potensial, langkah berikutnya adalah memilih satu toko yang menarik untuk dianalisis lebih dalam. Kriteria utama:
- Grafik pertumbuhan omzet stabil dari waktu ke waktu.
- Tidak hanya sekali naik tajam lalu turun, tetapi menunjukkan konsistensi.

Toko dengan potensi jangka panjang biasanya menunjukkan pola seperti ini:
Dalam praktik, tokonya tidak harus yang terbesar. Lebih penting mencari toko yang grafik penjualannya rapi dan cenderung naik pelan namun pasti. Grafik yang terlalu banyak naik turun tajam sering menandakan pola bakar diskon atau campaign sesaat.
- Awal penjualan pelan, lalu naik stabil.
- Jarang ada penurunan yang sangat tajam dalam periode pendek.
- Rata-rata omzet per bulan cenderung meningkat.
Dengan mempelajari pola seperti ini, Anda bisa meniru cara toko tersebut menambah produk, mengatur jadwal live, dan membagi peran antara akun toko dan akun kreator.
Pada contoh, toko Alvaro Collection dipilih sebagai studi kasus. Toko ini mulai aktif pada akhir Oktober 2025, lalu sejak pertengahan November grafik pendapatannya naik dengan ritme yang stabil. Dari sisi channel, sumber pendapatannya didominasi akun toko sendiri, namun kontribusi afiliasi tetap ada, sedangkan dari sisi konten, omzet sangat bergantung pada live stream.
Langkah 3 – Analisis produk terlaris
Dari toko referensi, fokus dialihkan ke produk terlaris yang pendapatannya jauh melampaui produk lain. Dalam contoh, produk AVR Mega Set Couple menjadi objek analisis.
Data yang diperhatikan antara lain:
- Total pendapatan dan jumlah unit terjual.
- Harga jual rata‑rata.
- Jumlah kreator yang ikut menjual.
- Jumlah video dan sesi live yang digunakan untuk promosi.
Ternyata pendapatan produk ini sekitar lima kali lipat dibanding produk terlaris kedua di toko yang sama. Validasi dilakukan dengan melihat performa dalam horizon 7, 30, dan 90 hari; hasilnya menunjukkan bahwa kontribusi live tetap dominan di semua periode. Ini menunjukkan bahwa produk flagship semacam ini dapat dijadikan patokan dalam merancang desain produk dan strategi promosi.
Dari sisi praktis, produk seperti ini sering bertindak sebagai “mesin uang” toko. Anda dapat mengamati beberapa hal: apakah desainnya simpel namun mudah dipadukan, apakah paketnya dibuat bundling untuk keluarga, atau apakah harganya berada di titik manis antara terjangkau dan terlihat premium. Pola yang Anda temukan bisa diadaptasi ke lini produk yang akan dijual, tentu dengan sentuhan unik dari brand sendiri.
Langkah 4 – Analisis afiliasi dan profil audiens
Langkah berikutnya adalah membedah siapa saja kreator atau afiliasi yang paling efektif menjual produk tersebut, serta seperti apa karakter pengikut mereka. Dari analisis terhadap toko contoh, ditemukan bahwa meskipun akun toko sendiri tetap dominan, ada beberapa kreator afiliasi yang penjualannya sangat kuat.

Mayoritas kreator yang berhasil memiliki basis follower dengan ciri:
- Didominasi perempuan.
- Berada pada rentang usia 25–34 tahun.
Menentukan profil kreator yang cocok
Untuk mencari kreator baru, Anda bisa memulai dengan melihat daftar kreator yang sudah berhasil menjual produk serupa dari toko referensi. Dari sana, beberapa kesimpulan sederhana bisa ditarik.
Hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Mayoritas follower mereka perempuan atau laki‑laki.
- Rentang usia dominan, misalnya 25–34 tahun.
- Sumber pendapatan utama kreator, apakah dari live atau video.
Informasi ini kemudian menjadi filter saat Anda mencari kreator baru di Kalodata atau KaloBoost. Misalnya, Anda ingin bekerja sama dengan kreator mandiri yang pendapatannya banyak dari live, dengan follower perempuan usia 25–34 tahun. Dengan filter seperti ini, daftar yang muncul jauh lebih fokus dan relevan dengan produk yang ingin Anda dorong penjualannya.
Langkah 5 – Analisis konten live dan video
Karena live stream terbukti menjadi motor utama penjualan, strategi konten menempatkan live sebagai pusat, sementara video pendek berfungsi sebagai pendukung. Ada tiga langkah utama.
Analisis sumber pendapatan
Bandingkan kontribusi live, video, dan shop untuk produk dan toko target dalam periode 7, 30, dan 90 hari. Jika live menyumbang lebih dari 60 persen pendapatan, maka live harus menjadi fokus utama, sedangkan video berperan sebagai penghasil traffic tambahan.

Identifikasi video berpenjualan tinggi
Pilih beberapa video dengan penjualan terbaik, kemudian amati polanya. Dalam studi kasus, hampir semua video viral yang mendorong penjualan adalah potongan dari live stream, biasanya menonjolkan detail bahan, ukuran, kenyamanan, hingga urgensi pre‑order.
Bedah struktur script video
Dengan fitur analisa struktur script, setiap video dipecah ke dalam adegan‑adegan, lengkap dengan deskripsi visual dan narasi. Pendekatan ini meniru cara kerja algoritma TikTok yang cenderung merekomendasikan video serupa kepada pengguna yang sebelumnya menyukai konten dengan pola tertentu. Tujuannya adalah menyalin “kerangka” video yang terbukti efektif tanpa menjiplak isi persisnya.
Cara kerjanya cukup lugas. Pertama, tentukan satu video referensi dengan penjualan bagus. Kedua, pecah video tersebut menjadi beberapa bagian, misalnya pembuka, pengenalan masalah, presentasi produk, dan penutup. Ketiga, tulis ulang isi tiap bagian dengan gaya bicara Anda dan detail produk yang Anda jual.
Secara umum, struktur yang bisa Anda pakai adalah:
- Bagian pembuka fokus mencuri perhatian dalam beberapa detik pertama.
- Bagian tengah menjelaskan manfaat yang paling relevan untuk calon pembeli.
- Bagian akhir berisi ajakan beli yang jelas dan mudah diikuti.
Supaya eksekusi makin ringan, Anda bisa membuat dua sampai tiga versi script untuk produk yang sama. Versi ini bisa memakai sudut pandang yang berbeda, misalnya versi fokus harga, versi fokus kualitas bahan, dan versi fokus kenyamanan pemakaian harian.
Saat mengasah kemampuan menulis script dan merancang alur konten, belajar soal struktur copywriting dan psikologi konsumen akan sangat membantu. Di rheinmahatma.com, topik seperti ini dibahas dengan contoh yang dekat dengan realita UMKM dan seller marketplace, sehingga Anda tidak merasa belajar teori kosong. Kombinasi panduan teknis dari data dan insight seperti itu membuat cara Anda menyusun script terasa lebih natural, karena tidak hanya mengejar algoritma tetapi juga mempertimbangkan cara berpikir manusia yang menonton dan membeli.
Langkah 6 – Menulis ulang script video dengan AI
Setelah struktur video viral diperoleh, Kalodata menyediakan fitur AI untuk membuat script baru yang menyesuaikan produk sendiri. Prosesnya sederhana:
- Pilih video referensi yang performanya bagus.
- Masukkan detail produk yang ingin dijual, seperti jenis produk, bahan, serta target gender dan usia audiens.
- Sistem akan menghasilkan beberapa versi script yang mengikuti struktur video referensi, tetapi isi dan detail produknya menyesuaikan dengan produk yang dimasukkan.

Kreator dapat memilih salah satu script, menggabungkan beberapa versi, atau mengulangi proses dengan kombinasi parameter lain untuk menguji variasi pesan. Dengan cara ini, proses pembuatan script menjadi jauh lebih cepat dan risiko percobaan yang tidak efektif bisa ditekan, karena Anda berangkat dari pola konten yang sudah terbukti menghasilkan penjualan.
Fitur KaloBoost dan Radar Peluang Bisnis
Di luar analisis, Kalodata juga menyediakan tools untuk eksekusi strategi.
- KaloBoost berfungsi sebagai tools untuk menghubungi kreator dalam skala besar. Keunggulannya adalah auto‑listing kreator berbasis AI dan kemampuan memilih kreator berdasarkan produk yang pernah dijual, toko kompetitor yang pernah mereka promosikan, serta berbagai filter tambahan lain.
- Shopee–TikTok Product Matching membantu seller yang sudah bermain di Shopee untuk melihat bagaimana performa produknya jika dijual di TikTok Shop, sehingga ekspansi lintas platform lebih terukur.
- Radar Peluang Bisnis menggabungkan tren topik di internet dengan data penjualan di marketplace untuk menemukan kata kunci dan produk yang sedang naik daun, namun belum terlalu banyak penjual. Fitur ini berguna untuk mencari ide produk baru yang potensial.


Checklist praktis untuk dipraktikkan
Sebagai penutup bagian teknis, berikut checklist singkat yang bisa diikuti sebagai tutorial langkah demi langkah:
Dengan kombinasi analitik dan tools eksekusi ini, seller dapat berangkat dari data, menemukan peluang, lalu langsung menghubungi kreator dan mengeksekusi kampanye tanpa harus melakukan riset manual yang panjang.
- Tentukan tujuan: membuka toko baru atau scaling toko yang sudah ada.
- Analisis kategori level L3 dengan periode 90 hari dan filter rasio top tiga di bawah 50 persen.
- Pilih satu sampai dua kategori dengan pertumbuhan stabil dan jumlah toko yang masih wajar.
- Dari tiap kategori, pilih toko dengan grafik omzet stabil sebagai referensi.
- Analisis produk terlaris toko tersebut dan validasi performanya dalam rentang 7, 30, dan 90 hari.
- Bedah afiliasi dan profil follower mereka untuk menyusun kriteria kreator ideal.
- Gunakan filter di Kalodata atau KaloBoost untuk mencari kreator sesuai kriteria tersebut.
- Analisis sumber pendapatan (live, video, shop) serta video berpenjualan tinggi.
- Gunakan fitur analisa struktur script dan generator script berbasis AI untuk membuat script baru.
- Jalankan live dan produksi video pendek berdasarkan insight yang diperoleh, lalu evaluasi hasilnya secara berkala.
Pendekatan yang dibahas dalam webinar ini menunjukkan bahwa keberhasilan di TikTok Shop tidak lagi semata‑mata ditentukan oleh kreativitas atau keberuntungan, tetapi oleh kemampuan membaca dan memanfaatkan data. Dengan memahami kategori, produk, toko kompetitor, hingga profil audiens secara terukur, seller dapat mengurangi spekulasi dan memperbesar peluang keberhasilan setiap kampanye.
Kalodata dan KaloBoost menyediakan fondasi data dan tools eksekusi yang membantu mempercepat proses tersebut. Namun pada akhirnya, hasil terbaik tetap bergantung pada konsistensi eksekusi, keberanian bereksperimen, dan kemampuan menyempurnakan strategi dari waktu ke waktu. Data memberi arah, sementara eksekusi yang disiplin memastikan bisnis bergerak mendekati tujuan penjualan yang diinginkan.
Bagi pelaku usaha yang ingin naik kelas di TikTok Shop maupun Shopee, mengadopsi pola pikir berbasis data seperti yang dipaparkan dalam webinar ini adalah langkah penting. Mulailah dari satu kategori, satu toko referensi, dan satu rangkaian eksperimen; kemudian bangun sistem yang berulang sehingga setiap keputusan baru selalu didukung oleh fakta, bukan sekadar perasaan. Untuk memperkaya wawasan, Anda bisa terus mengikuti materi seputar digital marketing, AI, dan ecommerce dari berbagai sumber, termasuk rheinmahatma.com yang banyak membahas strategi praktis dengan bahasa ringan. Dengan kombinasi belajar dan praktik yang konsisten, peluang Anda untuk membangun bisnis yang kuat dan tahan lama akan jauh lebih besar.
Makasih kak sungguh membantu 🫶🏻